Cambridge Dictionary memilih kata “parasocial” sebagai Word of the Year 2025, menyoroti perubahan dalam hubungan antara publik dengan figur media. Pilihan ini mencerminkan munculnya tren interaksi satu arah antara individu dan tokoh yang mereka temui lewat media, baik itu selebritas, influencer, maupun karakter fiksi.

Definisi dan Sejarah Istilah Parasocial
Istilah “parasocial” digunakan untuk menggambarkan relasi di mana seseorang merasa dekat dan terhubung secara emosional dengan figur publik, meskipun hubungan tersebut bersifat satu arah dan tidak melibatkan interaksi langsung. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an oleh Donald Horton dan Richard Wohl, yang mengamati bagaimana penonton televisi membangun perasaan kedekatan dengan pembawa acara atau artis favoritnya.
Peningkatan Popularitas karena Media Sosial
Dalam dua dekade terakhir, pertumbuhan platform digital seperti Instagram, YouTube, dan TikTok memperluas jangkauan hubungan parasosial. Kini, tidak hanya selebritas yang menjadi objek keterikatan, tetapi juga influencer, gamer, bahkan tokoh fiksi dunia maya. Individu sering merasa seolah-olah mengenal dan memiliki hubungan personal dengan tokoh-tokoh tersebut melalui konten yang mereka konsumsi secara rutin.
Dampak Media Baru
- Media sosial memfasilitasi akses langsung ke kehidupan pribadi tokoh publik.
- Konten behind-the-scenes dan live streaming memperkuat ilusi interaksi dua arah.
- Fans dapat mengikuti cerita kehidupan, kebiasaan, hingga pemikiran idola mereka tanpa batasan fisik maupun waktu.
Kenapa “Parasocial” Dipilih sebagai Word of the Year 2025?
Pemilihan “parasocial” sebagai kata tahun ini tidak terlepas dari perubahan perilaku konsumsi media global. Penelitian menunjukkan bahwa seiring tumbuhnya interaksi digital, semakin banyak orang membangun hubungan emosional dengan figur yang mereka kenal hanya lewat layar.
Cambridge Dictionary menilai tren ini signifikan, sebab memiliki dampak terhadap cara orang melihat diri sendiri dan dunia sekitar. Perkembangan teknologi memperkuat kemungkinan terciptanya hubungan parasosial, sementara sebagian masyarakat merasa hal ini menjadi bagian dari interaksi sosial masa kini.
Perbedaan Hubungan Sosial dan Parasosial
Hubungan sosial biasanya melibatkan dua pihak yang saling berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung. Sebaliknya, hubungan parasosial bersifat sepihak, di mana satu pihak (penggemar) merasa terhubung, sementara pihak lainnya (figur publik) tidak secara nyata terlibat dalam hubungan tersebut.
“Hubungan parasosial menawarkan rasa keakraban tanpa resiprokal dari tokoh yang dikagumi.”
Pekan riset menunjukkan, hubungan ini bisa memberi kenyamanan psikologis, namun juga berpotensi menyebabkan ekspektasi yang tidak realistis pada tokoh publik.
Fenomena Parasosial di Berbagai Bidang
Sekarang, hubungan parasosial tidak hanya terbatas pada dunia hiburan. Berikut beberapa contoh di mana fenomena ini ditemukan:
- Penyiar radio dan televisi: Pendengar merasa dekat dengan penyiar favoritnya.
- Influencer media sosial: Pengikut menganggap diri mereka bagian dari komunitas dekat sang influencer.
- Karakter fiksi: Penonton serial atau pembaca buku membangun ikatan emosional dengan karakter non-nyata.
Pandangan Psikologis tentang Hubungan Parasosial
Pakar psikologi melihat hubungan parasosial sebagai fenomena wajar di era digital. Menjalin keterikatan dengan tokoh publik dapat memberikan rasa kedekatan dan mengurangi kesepian, terutama saat interaksi sosial langsung terbatas.
Namun, pengembangan hubungan ini perlu dijaga agar tidak terlalu berlebihan, seperti mengikuti kehidupan tokoh publik tanpa batas atau mengabaikan hubungan nyata di dunia sekitar.
Faktor yang Mempengaruhi Intensitas Hubungan Parasosial:
- Frekuensi konsumsi konten dari tokoh publik
- Kemampuan tokoh publik memberi kesan personalisasi kepada audiensnya
- Minat atau nilai pribadi yang dianggap selaras antara audiens dan figur publik
Bahasa dan Transformasi Kata “Parasocial”
Pilihan Cambridge Dictionary atas kata ini menandakan perubahan signifikan dalam dunia bahasa. Kata “parasocial” kini tak hanya dipakai dalam lingkup psikologi atau sosiologi, tapi juga menjadi perbincangan sehari-hari di media arus utama dan pergaulan digital.
Refleksi dari pemilihan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pengaruh figur digital dan keberadaan relasi satu arah dalam era internet.
Tren Global Penggunaan “Parasocial”
Data pengguna Cambridge Dictionary menunjukkan peningkatan pencarian istilah ini di berbagai kawasan, sejalan dengan melonjaknya fenomena fandom dan digital community. Kata “parasocial” juga muncul dalam diskusi ilmiah, perbincangan komunitas daring, hingga dunia pemasaran digital.
Pilihan kata tahun ini diharapkan mendorong percakapan publik yang lebih inklusif seputar cara masyarakat membina relasi di dunia maya, serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan kehidupan sosial.
Kesimpulan
Penetapan “parasocial” sebagai Word of the Year 2025 oleh Cambridge Dictionary menjadi cerminan dinamika hubungan antara masyarakat modern dan berbagai figur publik atau fiksi. Meluasnya konsep ini menjadi indikator perubahan interaksi sosial di era digital, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara realitas dan keterikatan satu arah yang ditawarkan teknologi.
